Selasa, 05 Juni 2012


Triple 11 di Gunung Gede
CIBODAS, (12/11/2011) – Setelah tertunda selama satu malam karena cuaca buruk, tim TAPLAK Traveler melakukan pendakian ke Gunung Gede(2958mdpl), Jawa Barat. Rute pendakian dilakukan melalui jalur pos Gunung Putri, Alun-Alun Surya Kencana, Puncak Gede.
Kami bertemu dengan enam pendaki lain yang ingin mendaki melalui jalur yang sama. Lalu kami memutuskan untuk mendaki bersama-sama. Untuk menuju pos Gunung Putri, dari Cibodas kami harus menyarter angkot. Setiba di jalur Gunung Putri diwajibkan untuk melapor ke sekertariat GPO (Gede Pangarango Operation). Di pos ini akan dicek surat pendaftaran, perlengkapan dan yang terpenting itu sepatu. Diwajibkan untuk seluruh pendaki menggunakan sepatu, kalopun ternyata tidak membawa sepatu,lo harus menyiapkan materai 6000 untuk membuat surat pernyataan.
Jalur Gunug Putri dari pos pengecekan tadi sampai pos pengecekan yang dulu jalurnya sudah berupa bebatuan yang disusun seperti anak tangga. Keadaan ini sedikit melelahkan karena irama langkah kaki yang menyesuaikan dengan anak tangga buatan tersebut. Selepas pos yang lama lo bakal jumpai jalur yang lebih alami dengan kontur tanah yang terjal-terjal. lo bakal nemuin banyak jalur, tapi tenang aja semua jalur sama, yang berbeda hanya ada yang terjal dan yang landai aja. Lo bakal ketemu sama jalur yang sangat terjal dengan bebatuan besar, tanjakan ini lah yang menjadi tanda klo lo udah deket sama Alun-Alun Surya Kencana atau biasa disebut dengan SURKEN. Waktu tempuh dari Gunung Putri hingga Alun-Alun Surya Kencana ini adalah 5 jam.
“boy, ini gunung apa lapangan bola,” kata Bonyo, tim pendaki. SURKEN emang luas banget, dengan kontur yang landai dan berumput tentu tidak salah kalo salah seorang pendaki berkata demikian. Namun cuaca sedikit kurang bersahabat, udara dingin, dan hembusan angin serta kabut menemani perjalanan kami menuju Alun-Alun Timur SURKEN tempat kami akan berkemah.
Kami mendirikan tenda, dan menyiapkan makanan. Matahari sudah meninggalkan Alun-Alun Timur ini, makanan sudah siap, kami semua makan dan beristirahat guna menyiapkan energi untuk summit attack yang akan dilakukan dini hari.
Hujan deras dan suara gemuruh petir menemai istirahat kami di Alun-Alun Timur SURKEN. Hingga tengah malam hujan tak kunjung berhenti, hal ini sempat membuat frustasi salah seorang tim pendaki untuk melakukan summit attack yang akan dilakukan dini hari.
Jam tangan menunjukan pukul 03.30 WIB ketua perjalanan menyiapkan asupan energi untuk semua tim pendaki. Melihat kondisi yang berkabut begitu tebal,ketua perjalanan memutuskan untuk melakukan summit attack setelah matahari kembali muncul di Alun-Alun SURKEN. Tepat pukul 06.00 WIB setelah semua barang di packing ulang, kami melakukan summit attack. Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk kami tiba di Puncak Gede. Kabut menutupi kawah Gunung Gede dan Gunung Gemuruh (sebelah selatan puncak Gede). Pukul 08.30 kabut pergi dan mulailah terlihat sosok puncak Pangrango dan kawah Gunung Gede serta kawah lainnya yang begitu indah dengan asap belerang yang keluar dari bebatuan.
Dari puncak Gede ini, tim memilih rute pulang yakni Puncak Gede, Kandang Badak, Air terjun Cibeurem dan pos Cibodas.
Pukul 09.30 kami menuruni Gunung Gede dengan taktis, tiba di Tanjakan Setan, tim dibagi menjadi dua, tim satu memutuskan untuk mengambil jalur yang agak melebar (tidak melewati Tanjakan Setan), tim dua (pertama kali ke Gede) mencoba menuruni jalur Tanjakan Setan. “gokil ini mah terjal banget,” kata Arief, tim pendaki. Kedua tim ini kembali bertemu di pertigaan Tanjakan Setan.
Kontur tanah yang becek dan akar-akar serta pohon-pohon tumbang menemani perjalanan ini. Tiba di pertigaan antara ke kiri (Gn Gede) dan ke kanan (Gn Pangrango). Sayangnya petunjuk jalan di sini tertutupi oleh puluhan stiker yang menyelimutinya.
Tibalah di Kandang Badak, tempat ini dinamai Kandang Badak karena jika hujan turun, tanah di sini akan sangat becek dan kotor sekali seperti Kandang Badak. Setelah Kandang Badak, kami melintasi Air Terjun Petapa. Konon dahulu air terjun ini sering digunakan orang untuk bertapah. Tidak jauh dari tempat ini kami melewati Kandang Batu (pos IV), lalu aliran air sungai yang sangat panas, di sini dibutuhkan ke hati-hatian para pendaki dalam menyebrang karena salah-salah bisa terpleset ke dalam air sungai yang panas tersebut.
Waktu semakin siang kami terus menuruni gunung, tiba di pertigaan antara ke Cibodas dan air terjun Cibeureum. Tim memutuskan untuk beristirahat serta menghabiskan logistik di air terjun Cibeureum ini.
Setelah logistik habis, waktu sudah menunjukan pukul 15.00 kami langsung menuju pos terkahir pos Cibodas melalui jalan berbatu yang tersusun rapih dan tangga penyeberangan yang berlubang-lubang. Sekitar 40 menit kami tiba di pos terakhir ini. Kami Tim TAPLAK Traveler berdo’a terima kasih atas keselamatan, kesehatan serta kekuatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh tim pendaki*. AF
NB:
*Nama pendaki : Arief1, Arief2, , Arief3, Atem, Bonyo, David, Domba, Jujul, Opet, dan Ukay.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar